Showing posts with label my experience. Show all posts
Showing posts with label my experience. Show all posts

Saturday, December 17, 2011

Ambassador Traffic Records


Hulaa world ^_^ apa kabar? Ini adalah hari Sabtu and i through these day with a new experience. Yap, gue bersama teman-teman perwakilan dari kelas XII dan kelas XI menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kepolisian Lalu Lintas Kota Bogor di lapangan Sempur Jln. Jalak Harupat kota Bogor. The event is cooperation between Bogor Traffic Police with Yamaha Indonesia. They who came to this event are students (either high school or vocational school) from all over Bogor and then the bikers community. Wow! I had twice visiting Sempur for the same event but this one is more amazing!! You know what? because it will be noted into Muri record dengan kategori kegiatan penyuluhan tertib lalu lintas dengan jumlah peserta terbanyak. Isi acaranya adalah pengenalan 12 rambu-rambu lalu lintas dengan gerakan tangan, pidato Bapak Gubernur Jawa Barat, penyuluhan tentang peraturan-peraturan lalu lintas, dan terakhir pengumuman lomba fotografi dengan tema Lalu Lintas untuk pelajar dan masyarakat umum.


Arround 5.000 student's and 2.500 bikers community of Bogor Raya join this event, itulah alasan mengapa acara ini bisa masuk ke dalam rekor muri dan menjadi yang pertama kalinya di Indonesia.

 Pelajar dari berbagai sekolah di kota Bogor turut serta dalam acara tersebut

Penyerahan Rekor Muri kepada Ajun Komisaris Polisi Lukman Syarief   


However this is a nice experience. Lumayan bangga menjadi bagian dari 5000 orang itu apalagi sampai masuk ke rekor muri segala. Awalnya gue sempet males karena harus bangun pagi demi menghadiri acara kayak gini. Tapi tiba-tiba saja gue jadi bersemangat mengingat nanti di acara tersebut gue bisa sekalian cuci mata ngeliat cowok-cowok ganteng dari sekolah lain hahaha *efek single*, dan ternyata bener lho! ada beberapa yang menarik perhatian gue tadi. Salah satunya adalah pria berwajah Arabian yang gue prediksikan dia adalah anak SMANSA. Hoaaaa... *rolling on the floor*
 




And the most my experience that i never forget is...sempet salaman sama bapak Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Tanpa di sangka-sangka beliau nyamperin gue, Lufi, dan Isti sambil menanyakan sekolah kita dimana. Hahahaha biasanya kan masyarakat yang nyapa beliau duluan tapi ini malah kita yang disapa beliau. Rada-rada awkward juga sih karena diliatin para pengawalnya dan seluruh wartawan yang ada disitu, but i'm trying to be cool and keep calm. Yah walaupun gue cuma cengok doang tanpa ekspresi kayak orang bego sesudahnya.

So friends, I'll tell this experience to my children later :) i should sign out from this blog right now and prepare to going sleep. See you in next post and have a nice dream.

Thursday, December 8, 2011

Hey, my mouth full of blood :(

Sebelumnya, gue ingin mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memulihkan kesehatan gue seperti sediakalanya sampai saat ini. Alhamdulillah...alhamdulillah....alhamdulillah....Tanpa izin-Nya, mungkin gue tidak akan seperti sekarang. Gue masih dalam keadaan 'sekarat', masih seperti 'vampir', masih kayak orang abis di babak belurin, pokoknya masih dalam keadaan tidak semestinya seperti orang normal.
So, apa yang terjadi? apa yang di maksud dengan 'memulihkan kesehatan seperti sediakalanya?', well beginilah ceritanya...

Selama dua hari terakhir gue dilanda kepanikan luar biasa. Gue baru saja menjalani operasi kecil yaitu pencabutan gingsul. Ya, kata dokternya memang harus di operasi sebab posisinya sangat rumit; terjepit antara gigi bawah dan gingsul tersebut berukuran kecil. Gue sempet nervous karena ini adalah pertama kalinya gue dioperasi meskipun hanya operasi kecil. Tapi ya alhamdulillah sih lancar-lancar aja meski operasinya lumayan lama karena kendala behel. Namun ketika di rumah, petaka pun tiba! Niat hati sebelum tidur gue ingin melepas kain kasa yang sudah penuh oleh darah. Tapi ternyata kain kasanya nyangkut di behel (lagi-lagi karena behel). Gue berusaha ngeluarin kasa itu tapi gak berhasil berhasil. Gue teriak-teriak manggilin kakak dan ibu karena panik banyak darah yang keluar. Gue disitu udah kayak vampir. Gigi gue udah berwarna merah pekat. Gue teriak sejadi-jadinya sampai membangunkan bapak yang udah tidur. "Kenapa sih?" | "INI KASANYA NYANGKUT DI BEHEL!!" bukannya bantuin, bapak malah ngomelin gue. Katanya, gue bukannya langsung tidur malah ngurusin kasa. Kakak gue ngeliatin sambil menatap ngeri, ibu spechless mungkin karena kaget juga ngeliat darahnya keluar banyak gitu. Akhirnya setelah berkutat dengan kain kasa yang menyangkut, bapak pun mengambil inisiatif untuk memotongnya. Proses pemotongan kain kasa berlangsung cukup lama. Ibu menyenter mulut gue agar bapak bisa melihat lebih jelas lagi. Gue nyesek abis, udah lemes, badan gue menggetar takut takut yang kegunting malah bibir gue. Bukan apa-apa soalnya bapak gue itu orangnya gugupan.


But he was successed! Legaaa banget akhirnya bisa lepas (dan saya menyalahkan behel! fuck). Sayang sekali kelegaan gue tidak berlangsung lama. Darah masih mengalir dari bekas cabutan gigi. Panik. Shock. Stress gue ngeliat darah dimana-mana. Bapak kemudian membelikan es batu di warung untuk mengompres pipi gue supaya darahnya beku. Namun nihil ! sia-sia aja, darahnya terus mengalir sampai malam. Gue tidur pun dengan keadaan yang amat sangat tersiksa. Pikiran gue sampai pada kematian! gue fikir gue akan mati saat itu juga karena kehabisan darah. Ya allah beneran deh oksigen di kamar gue rasanya terbatas banget. Udah pasrah aja deh gue, semuanya gue serahin sama Allah.

Sampai pada besoknya gue sekolah masuk pagi jam 7 untuk ulangan bersama. Kondisi gue pada saat itu belum kunjung membaik, darah masih keluar dari mulut. Alhasil gue harus membawa sapu tangan ke sekolah. Sialnya, temen gue si Ryan gak kunjung menjemput gue. Akhirnya daripada telat, gue naik angkot sendiri dengan kondisi gak enak banget (ya allah tersiksa gue waktu itu). Bisa bayangin dong gimana risihnya kalau mulut lo penuh sama darah? ngomong pun jadi gak nyaman karena takut sewaktu-waktu meluber keluar. Setiap kali keluar, selalu gue telen. Gue gamau terus-terusan meludah karena pasti akan capek saking banyaknya dan gak abis-abis.

Sampai di sekolah gue pun terlambat. Ujian pertama adalah B.Indonesia dan gue gak belajar sama sekali. Gimana mau belajar kalau kondisi masih kayak begini? boro-boro mikirin belajar, udah capek sama yang namanya darah. Brrrrrrrr ~~~ mungkin gue sedang diberi cobaan sama Tuhan. Gue mencoba untuk tidak menyesali apa yang sudah terjadi, misalnya gue nyesel karena udah nyabut gingsul yang sebelah kiri. Capek kalau terlalu sering menyesal, buang buang waktu aja. Mendingan gue jalanin meskipun terkadang masih suka mengeluh.
 
Di sekolah, teman-teman gue pada penasaran sama kondisi gue. Mereka banyak bertanya mengapa bisa kayak gini, mengapa bisa kayak gitu? dengan penuh kesabaran gue jawab satu persatu kalau ada yang tanya. Gue tidak ingin dalam kondisi sakit masih aja marah-marah, gue harus menghadapi mereka dengan sabar. Hampir semuanya menyanyakan dan memberikan gue semangat. Ada juga yang kasian sama gue (ya allaaaah haruskah? hahaha). Ada yang meringis ngeri karena ngeliat gue nyengir, isinya merah semua. Ada juga yang gak tega ngeliat gue kayak gitu. Berdarah-darah menyeramkan. Ada juga yang menyalahkan gue kenapa cabutnya pas lagi ulangan? Dan yang paling bikin gue nyaman lagi adalah saat mereka menemani gue pada jam istirahat. Gue yang pada saat itu tidak ingin jajan, memutuskan untuk stay di kelas sampai bel masuk. Dan banyak dari mereka yang ikutan stay di kelas menemani gue. Beruntung banget gue gak sendirian. Mungkin kalau mereka jahat, bisa aja gue di tinggalin ke kantin, ya kan? Pokoknya dari situ gue mengambil kesimpulan bahwa mereka ternyata care sama gue. Kita ngobrol-ngobrol banyak hal. Si Fajar terus-terusan bikin gue ketawa sedangkan gue saat itu tidak boleh ketawa lebar-lebar karena takut jahitannya terbuka (nyiksa). Intinya sih gue ngerasa terhibur dengan kehadiran mereka di sekitar gue.

Lucunya gara-gara kondisi sakit gue itu, mereka memperlakukan gue kayak artis. Gue menjadi pusat perhatian sehari. Kemanapun gue pergi, mereka ikut. Gue ke tolilet, mau bersihin darah, mereka ikut. Ya allah bener-bener deh sayang banget sama merekaaaa!!!Tidak hanya itu, mereka jadi lebih care sama gue. Waktu gue udah mulai males ngerjain soal, si Ryan yang nulisin essay gue sampai selesai. Waktu gue mau bersihin mulut, si Iddonk ikut ke toilet sama Camai. Megangin kerudung biar gak kena darah. Waktu gue nyuci sapu tangan yang banyak darahnya, si Bait yang ngejemurin diatas genteng. Waktu gue mual, gue minta tolong Frasky ke warung buat beliin minyak kayu putih. Dan waktu gue muntah darah (disini klimaksnya), mereka beramai-ramai ke toilet buat nemenin gue. Ada anak cowoknya juga malah, padahal itu di toilet cewek. Percakapan-percakapan mereka ituloh yang gue sukai. Sangat mengerti gue. Kelihatannya emang kayak sok tahu, tapi semuanya bener.

Gue pulang sekolah pun masih dianterin Ryan. Anak cewenya pada gak tega kalau gue pulang sendirian naik angkot dalam kondisi kayak orang babak belur begitu. Baju dan rok kecipratan darah. Kerudung juga. Lengkap sudah. Untungnya gak ada rasa sakit sama sekali. Cuma darahnya yang gak nahaaaan!! Pulang-pulang gue nangis. Sendirian di rumah, kelaperan. Bener-bener menyedihkan.

Alhamdulillahnya, pas sore gue ke dokter dianterin ibu sama bapak. Mereka ngejelasin secara detail semua kronologinya kenapa bisa sampai seperti ini. Akhirnya si dokter pun menangani. Gue di suruh kumur betadine, dikasih obat pengurang pendarahan, dikasih alkohol, dibersihin darah-darahnya termasuk yang menggumpal, dan terakhir dikasih kasa lagi. Dan....VOILA! darahnya beneran berenti. Betapa bahagianya gue :) masih gak percaya gue udah sembuh walaupun belum total banget. Sekarang masih bengkak sih, tapi dengan menghilangnya darah aja udah cukup bikin gue seneng. Kata dokternya kira-kira 3 atau 4 hari akan mengempes.

Huaaaaa...happy banget bisa normal lagi. Akhirnya setelah 2 hari berkutat dengan darah, gue bisa sembuh lagi. Capek banget ngeliat darah begitu banyak. Ini bakalan gue jadiin pengalaman dalam hidup meskipun pengalaman pahit. Tapi tentu saja dibalik pengalaman pahit itu, terdapat kenangan manis yang diberikan teman-teman gue. Oh iya, sampai di rumah, si Doi sms gue lhooo. Nanyain kenapa tadi di sekolah muntah darah ahahaha. Rada telat sih, tapi yaa tetap aja gue senang. Hihi

Dan untuk ibu sama bapak, maaf banget udah nyusahin, ngerepotin kalian. Entah berapa biaya yang mereka keluarkan untuk penyembuhan anaknya. Demi gigi-gigi gue yang letaknya tidak beraturan ini. Ya Allahku, terimakasih sekali lagi. Beruntung banget di kelilingi orang-orang yang sayang dan care sama aku. Makasih Allah atas semua kehendak-Mu ini. Atas semua sehat yang engkau berikan hari ini.

Sekian curhatnya....capek nulis mulu. Byeee

Saturday, August 20, 2011

finally i can opened blogg again

Minggu, 21 Agustus 2011. Pukul 1:13 malam.
Huaaaa akhirnya saya buka blogg juga :D seneng banget rasanya bisa nulis lagi setelah sekian lama gue lupa password bloggnya apa, hehehehehehe. Berbagai usaha gue tempuh untuk menjebol password ini, eh ternyata berhasil walaupun dengan cara yang rumit mit mit mit. Hmmm it's a hard job guys! Tapi gapapa, yang penting hasil akhirnya memuaskan toh? hehehehe.

Well teman-teman, karena sudah lumayan lama gue tidak menulis di Blogg, dan demi mempersingkat waktu, gue berfikir untuk langsung ke cerita bulan Agustus aja ya. Soalnya kalo bulan Juni sama Juli gue udah lupa apa-apa aja yang terjadi. Hehehehehe gpp yah. Check it out :))

WELLCOME RAMADHAN

Tidak terasa teman-teman sekarang kita sudah memasuki hari ke 21 puasa. Alhamdulilah banget ya :)  waktu awal-awal puasa gue dan nyokap rajin teraweh ke mesjid. Kita solat di saf paling depan yang mayoritas adalah ibu-ibu. Gue saat itu seneng banget bisa ngerasain solat berjamaah di mesjid lagi (biasanya kan dirumah doang). Tapi lebih dari itu, dengan kita solat berjamaah di mesjid, suasana Ramadhan akan lebih terasa banget. Berbeda kalo kita ngejalaninnya di Belanda (misalkan), karena di Belanda mayoritas warganya adalah non muslim, jadi akan susah dapetin feel Ramadhannya disana.

BERBEDA=> Sejujurnya teraweh tahun ini agak berbeda karena gue tidak pergi bersama teman-teman. Dulu, sewaktu masih ada Dita dan Mbak Citra, kita suka barengan ke mesjid. Mereka suka nyamper gue ke rumah, dan terkadang gue yang nyamperin mereka. Pokoknya dulu kita ke mesjid bertiga-tigaan. Tapi sekarang yang menjadi teman gue teraweh adalah nyokap dan kakak karena Dita udah pindah rumah sedangkan Mbak Citra udah gak deket lagi sama gue :( sediiiiiiihh siih, tapi ya mau gimana lagi. Generasi remajanya juga udah beda. Udah bukan jamannya si Gugun, Mamas, Ibam, sama Evan lagi. Mereka udah pada sibuk. Sibuk kuliah sama kerja. Kalo di fikir-fikir sih ada nilai positifnya juga lho! Gue jadi lebih antengan kalo solat. Gak berisik dan selalu ikutin terawehnya dengan khusyuk. Berbeda kalau sama Dita dan Mbak Citra, gue selalu bercanda dan cengengesan di tengah-tengah solat. Pokoknya PARAH dulu mah!!

CEMCEMAN=> Teman-teman, gue agak sedikit terhibur nih kalo teraweh. Sejujurnya, yang paling bikin gue semangat ke mesjid adalah seorang anak cowok kelas satu esempe yang bertubuh mungil. Hihihihihi. Siapakah dia? Huruf depannya dari F. Dia adalah adik dari teman gue yang bernama Raihan. Hohohohoho. Kenapa gue suka dia? karena kalo di perhatiin dia rada mirip sama R. Anaknya lucu, badannya kecil pendek, imut banget, dan cuek. Bener-bener mirip sama si R. Mungkin rada aneh ya gue suka anak kecil. Gue ngeri dibilang Phedofil sama orang-orang karena menyimpan ketertarikan sama bocah kelas 1 SMP. Tapi lagi-lagi itu hanya sekedar SUKA! Bahasa sekarangnya mah cemceman atau kecengan gitu. Hahahahaha. Yang penting gak nyampe cinta-cintaan kok. Ye gak? Hahahaha.

SEKOLAH SIANG=> Yap, hal terberat yang harus gue jalani pada bulan puasa tahun ini adalah masuk siang. Rasanya sekolah siang pada saat puasa itu gak karuan banget! Jam setengah satu mataharinya udah mulai ganas. Gak bersahabat. Bikin keringetan. Panas udah pasti. Kalo cuaca panas biasanya tenggorokan akan terasa haus. Kalo gak haus yaaa lemes. Hmmm namanya juga baru, mungkin gue masih kaget kali ya sekolah siang. Soalnya sebelumnya belum pernah tuh puasa-puasa masuk siang. Yah tapi tetep harus di jalanin sih. (terpaksa)

Efek dari sekolah siang ini ternyata ngaruh ke pelajaran di kelas lho. Apakah itu? Ya, MALAS. Rasa malas selalu menjadi alasan untuk berlenjeh-lenjeh. Gak cuma gue. Tapi hampir teman-teman gue lainnya merasakan dampak ini. Kalo di kelas bawaannya ngantuk melulu. Gak mood mikir, gak mood ngerjain LKS, malah kadang kita jadi lebih sensian. Ya, kita jadi lebih sensitif dalam hal WAKTU!! Kita suka ngedumel kalo guru nyampeinnya lama. Apalagi kalo mendekati jam pulang sekolah, pengennya cepet-cepet pulang aja. Rewel kayak anak TK. Minta untuk segera di pulangkan. Gak betah deh pokoknya.

KETAWA-TAWA=> Untuk menghilangkan rasa jenuh, biasanya kita anak-anak cewenya kayak Iddonk, Camai, Fora, Novi, Lufi, Anis, dan gue ngehibur diri dengan cara ketawa ketiwi. Entah apa yang di ketawain. Setiap ada hal konyol atau ada yang aneh-aneh pasti selalu ketawa. Pernah waktu itu gue, novi, lufi, sama anis ngomongin iklan SOSIS SO NICE yang punya slogan SMS alias Sahur Makan So nice di tivi itu. Kita ketawa-tawa lumayan lama sampe perut rasanya mules. Mulut juga jadi pegel karena kebanyakan mangap lebar-lebar. Dan muka jadi merah gara-gara kebanyakan ketawa. Parahnya lagi itu berlangsung ketika sedang pelajaran produktif. Otomatis ketawanya harus di tahan-tahan agar tidak berisik dan gak ketawan guru. Tapi dasar anak remaja! walaupun udah nutupin mulut pake tangan, tetep aja ngakak juga. Apalagi si Novi noh! dia yang ketawanya paling pecah dan menggelegar. Bikin bocah-bocah pada nengok ke kita dan bilang "Etaa berisik amat!"

MAIN DI MALAM HARI=> Semakin lama gue semakin males buat teraweh ke mesjid. Hehehehehe. Ya, ini terjadi pada pertengahan bulan puasa. Gue mencoba mencari sesuatu yang berbeda di bulan puasa ini. Gue suka bosen sendiri kalo malem-malem, galau gak karuan. Makanya gue memutuskan untuk ikut gabung sama anak-anak komplek.
Sehabis buka, gue sholat maghrib, abis itu langsung deh cao ke taman. Yap benar! kita ngumpulnya di taman perumahan atau di gedung RW. Pasukannya sih lumayan banyak termasuk bocah-bocah cere yang sekolahnya masih di esde. Tapi sayang, gue perempuan sendirian disitu. Anyway gue emang gak deket sama temen-temen cewe di komplek. Gue lebih seneng main sama anak-anak cowonya karena selain pada bisa bikin ketawa, mereka juga perhatian sama gue.

Biasanya kita nunggu sampe orang-orang pada bubar teraweh, karena sebagian dari pasukan ini ada yang masih rajin ikut solat di mesjid. Setelah dirasa cukup, barulah kita bergerak menuju lapangan badminton untuk apaaaaa tebaaak???? YAK, PERANG SARUNG SODARA-SODARA.
Gue emang gak ikutan karena gue tidak memakai sarung apalagi membawa sarung, tapi alangkah senangnya ketika melihat mereka 'menyabet' sarung pada temannya sendiri. Gue hanya duduk-duduk di pinggir lapangan. Menyaksikan pertarungan seru sabet menyabet sarung. Wekekekekek~
Oh ya, disitu yang jadi pentolannya adalah Addi, alias yang di 'tua' kan, atau bisa di bilang dia adalah 'pemisah' jika nantinya terjadi kericuhan. Benar saja, di tengah-tengah permainan ada aja yang nangis. Kalo udah begitu pasti langsung di ledekin "Yah, cengeng mah gausah ikut main!", "Payah ah. Pulang aja sono" dan berbagai umpatan lainnya. hemmm kesian juga sih ngeliatnya.

Hemm teman-teman  begitu banyak kejadian yang gue alami selama bulan puasa ini. Gak kerasa sebentar lagi udah mau lebaran aja. Nanti begitu Ramadhan usai, hal-hal semacam inilah yang bakal gue rindukan. Yah, gue hanya bisa berdoa pada Allah semoga tahun depan masih diberi kesempatan lagi bertemu Ramadhan yang indah ini. Tentunya masih bersama keluarga, teman-teman, dan orang-orang lainnya yang kita cintai. Ameen Ya Rabb J

Saturday, March 12, 2011

they are taught many things

finally, I miss the place for an internship: PT. Televisi Transformasi Indonesia.
Especially those parts of Finance 6th floor :)

finance division full of memories
many lessons that I get after an internship there


 Here are some photos I took during leisure time, check it out
as we have seen, this guy is very serious work to do on his computer

    Mrs. Lenny: serious but still smiling

 
Mr. Andry : after work is completed, he would immediately listen   to metal music




 


*nb : you can see all picuters on top was same. No one turned away from the computer, and off course I succesfull to take photos of them in secret. hahahaha

Sunday, February 13, 2011

with Om John

Om John ini aslinya tinggi banget. bisa liat kan ? dia harus menunduk sedikit agar bisa sejajar dengan gue. daan..... SURPRISE !! dia menyentuh pundak gue :) hahaha

Friday, February 11, 2011

HE IS JACK ISN'T IT ?

Kejadian ini sebenernya udah lama, ketika gue masih magang di Trans Tv hem kira-kira 2 bulan yang lalu. Jadi waktu itu gue sama temen-temen lagi istirahat makan siang. Nah abis makan siang kita duduk-duduk di air mancur Trans Tv sambil makan eskrim. Kita ngobrol-ngobrol lumayan lama soalnya banyak yang kita lihat. Mulai dari artis yang bersliweran atau kita ngeliatin karyawan-karyawan yang lewat. Pokoknya apa aja deh kita obrolin.
Tiba-tiba gue ngeliat ada sosok yang mirip sama salah satu peserta IMB 2 lagi duduk gak jauh deket kita. Sosok yang gue maksud adalah Jack Hanafie, finalis blasteran Sunda-Australia dari Bandung. Gue langsung cengo memperhatikan dia dengan seksama. Temen-temen masih ngoceh tapi gue gak tanggepin karena gue terlalu sibuk ngeliatin Jack Hanafie itu. Gue bertanya-tanya dalam hati, ada sedikit keraguan dalam hati gue. Mungkinkah itu jack ? gue mencoba untuk menerawang dan mengingat wajahnya saat di tv. Ah, mirip kok. Tapi ...  ?? gue tetep aja masih ragu.
Hal yang membuat gue ragu adalah : pertama, Jack Hanafie kok ngerokok ? apa emang gue yang gatau ? kedua, kenapa dia sendirian di sini ? duduk di air mancur kayak gapunya temen. Yah setidaknya ada karyawan Trans yang nemenin dia ngobrol gitu. Atau ada fans yang deketin dia minta foto gitu. Apa memang dia lagi pengen menyendiri ? tapi kok menyendiri di tempat rame kayak gini ? dan ketiga, Jack Hanafie kok tampangnya gak bule ? malah lebih mirip ARAB !!?? nah lo ..
Kalau emang betul dia adalah Jack Hanafie, gue pengen minta foto sama dia. Tadinya gue mau nyuruh temen gue untuk memfoto kita berdua, tapi gue gak mau bertindak gegabah. Gue harus mastiin dulu itu Jack apa bukan. Gak lucu aja kalau nanti gue salah orang. Dengan pedenya gue udah bilang :
          “Hai Jack, foto yuk ?” lalu gue mengeluarkan HP dan menyerahkannya pada Anis. Bersiap untuk difoto. Tapi Jack Gadungan itu malah bilang :
           “sorry, gue bukan Jack, gue Amir”
 MAMPUS !! 
          “ohh gitu ya ? aduh maaf ya, saya pikir kamu Jack Hanafie. Maaf yah mas. maaf”
Gue pasti langsung diketawain abis-abisan sama temen-temen gue. MALU GILA LOO !! mau ditaro dimana muka gue ini ??? arghh gak banget deh.
Setelah gue sibuk sendiri memperhatikan Jack, gue akhirnya membuka mulut. Gue tanya sama temen-temen gue “eh guys, itu Jack Hanafie bukan sih ?” tanya gue
  “yang mane ?”
  “itu yang lagi ngerokok” gue gak berani nunjuk.
Gue berharap mereka bisa memberikan jawaban, tapi yang ada justru malah gak nyambung !! si Novi  bilang “Jack Hanafie siapa sih ?” GUBRAAAKKKS @$@%!!!^&*& gue kira dia udah tau.
                “aduuhh ituloh peserta IMB yang sekarang !!”
                “ohhh, arab yah beh ?” kata si Novi lagi.               
                “sebenernya sih bukan Arab, dia mah bule” kata gue
Entah si Jack mendengar kita apa enggak, tapi jarak antara kita duduk sama dia gak terlalu jauh juga. jadi ada kemungkinan dia mendengar dirinya lagi di omongin sama anak-anak magang yang lagi mabok Jurnal. Hahaha. So, setelah debat sama temen-temen gue, dan hasilnya mereka malah gatau sama sekali Jack itu siapa, gue akhirnya pasrah aja. Gue mencoba untuk menepis anggapan kalau itu Jack Hanafie. Mungkin bukan Jack. mungkin bukan Jack. mungkin bukan Jack.
Karena waktu istirahat sudah hampir habis, kita ber-7 kembali ke lantai 6 untuk bekerja lagi. Dan bayangan kalau itu Jack apa bukan masih ada di kepala gue. Di dalem lift gue bilang ke mereka “eehh guyss itu tadi Jack deh kayaknya. Gue pengen fotooo. Uuhhh” gaya bicara gue saat itu persis anak kecil yang minta di beliin eskrim sama emaknya.   Merajuk.
 “malu beh banyak karwayan lewat. Ntar diliatin, trus disangka norak”. Kata Novi
 “kalo mau mah pas lagi sepi” kata Novi.
Emang sih siang itu halaman depan Trans tv lagi agak rame. Mungkin bukan rejeki gue kali ya untuk foto sama seorang jack hanafie. Gue berharap masih ada kesempatan bagi gue untuk bertemu Jack. Karena saat itu waktu magang gue tinggal sebulan lagi dan gue kepingin banget bisa foto sama dia. Mumpung masih di trans gitu loh. Tapi gue juga berharap suatu saat nanti kalau ketemu lagi, gue udah bener-bener yakin kalau itu Jack. Gue udah mantap dan yakin 100% kalau itu Jack. Gak ragu. Gak banyak tanya. Gak pake lama.
Tapi yah ... sayang sekali. Sampai akhir tahun gue gak ketemu lagi sama Jack. Hingga akhirnya gue resend magang dan meninggalkan Trans Tv, gue gak ngeliat ada tanda-tanda Jack Hanafie disana. Agak nyesel juga sih gue setelah itu. Kenapa gue waktu itu ragu-ragu ? coba kalau gue yakin, gue pasti udah dapet foto sama dia. Ah sayang sekali.
Bener juga apa kata orang-orang yang sering gue denger : kalau elo ketemu artis pasti aslinya beda banget sama yang sering elo liat di layar tv.  Bener juga yah ... hemm
Sorry.. sorry.. sorry Jack :P




               

Tuesday, February 1, 2011

chingu yeongwonhi

gue pengen jadi sahabat yang bisa bikin temen2 nyaman. gue pengen jadi pendengar yang baik buat mereka, gw pengen jadi org pertama yg bisa ng rubah sifat buruk dy, gue pengen slalu ada d saat mereka sedih dan GAK CUMA ada di saat mereka seneng. banyak orang yg ngakunya sahabat sejati tapi apa ? mereka gg ada di saat qt sedih n kesusahan. padahal qt butuh mereka justru saat hati qt lagi gundah merana (caelah).
contohnya d saat qt lg kena kasus, atau mau di labrak seseorang, gue pengen merka hadir buat nemenin gw dan bkin hati gw tenang. bukannya malah ng hindar n ng jauh.
gue sadar kalo gue sendiri blm bisa menjadi sahabat yg baik bwt tmen2. baik itu bwt andita, boink, atau novi.
gue terkadang suka ngerepotin mereka. suka bawel atau suka bikin mereka ilfeel atau gimanaaa gituuu ...
tp gue janji, gue akan nyoba jd temen yg baik buat x-an ! dan gg akan ngecewain x-an. sebisa mungkin gw akan jadi yg terbaik . qt saling mengingatkan yaaa sahabat :)
kalau kebiasaan buruk gw keluar tolong ingatkan, begitupun sebaliknya.
pkoknya CHINGU YEONGWONHI ... muuaah

dahulu terasa indah

sampai kapan gue mau berlarut-larut mengingat kenangan yang dulu ?? kenangan yang gg akan mungkin bisa terulang lg . yaah tp mw gmn lg ? gw gg bsa ngelupain itu smua . dasarr bego !! jalanin aja deh apa yg ada skrg . gw percaya kok klo emg takdir pasti qt bkal ktmu lg . allah udah pny rencana bwt gw .

yeah it's the end of everything

Tulisan ini adalah pengalaman magang gue di sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang cukup terkenal dan bergengsi yaitu PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA yang berdiri sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang. Emang sih magangnya udah selesai sekitar 2 bulan yang lalu, tapi baru sekarang ini gue menuangkan ke dalam tulisan karena ada beberapa faktor yang belum mendukung untuk menulis. So yang penting gue masih bisa berbagi pengalaman yang langka ini dengan kalian J  semoga kalian bisa enjoy dan menikmatinya. hahhaha
Adalah Luffi Indri Hapsari yang membawa kita ke Trans TV dan juga berkat bantuan om-nya yang bekerja disana. Maka Gue, Anis,dan  Novi menyusul Luffi yang sebelumnya sudah magang duluan. Awal mula kita ke Trans adalah untuk menyerahkan CV (curriculum vitae) ke Mbak Mega. Saat itu kita berempat mengenakan seragam sekolah. Otomatis kita diliatin orang-orang. Mungkin karena aneh kali ya ? tapi kita cuek aja. Ini baru pertama kalinya gue nginjek gedung stasiun televisi. Yeah gue akuin waktu itu gue rada norak karena pintu lift-nya bergambar program-program acara Trans seperti OVJ, Sinden gosip, Bioskop Traans TV, dll tapi gue berusaha untuk tetep stay cool dan biasa aja. Hingga akhirnya kita menuju lantai 6 tempat kita menyerahkan CV. Di dalam lift gue cengo ngeliatin gaya-gaya karyawan berpakaian. Mereka mengenakan seragam Trans berwarna hitam, celana bahan hitam atau rok hitam (buat yang cewek), stocking hitam, dan semuanya serba hitam. Pokoknya modis banget deh !!  gue salut . hahahaha.setelah itu kami menunggu jawaban selama seminggu. Dan kabar baik itupun datang...
Seminggu kami menunggu akhirnya kita bertiga diberitahu bahwa besok sudah mulai magang, maka yang terlintas di kepala gue adalah : KERJA, CAPEK, PENGALAMAN, dan tentu saja KETEMU ARTIS. hahaha (well, untuk yang satu ini emang gak penting).  Gue sangat excited dan nyokap juga jadi ikutan ecxited karena anaknya bisa magang di perusahaan besar seperti Trans Tv. Nyokap gue pun membelikan baju-baju kantoran mulai dari jas, kemeja hitam (harus hitam memang), celana bahan dan sepatu. Begitu juga soal ongkos yang dikasih budget cuman Rp.20.000 (udah termasuk PP), nyokap gue udah itung secara matang seolah dia gamau rugi banget. setelah itu gue di kasih nasehat sedikit dari nyokap,  seperti ini : “kamu nanti disana harus beri kesan yang baik. Jangan malu-maluin dan yang penting harus sopan.”
Gue Cuma bilang iya. Dan giliran bokap memerikan petunjuk soal lokasinya.
“nanti kamu turunnya di stasiun Cawang. Abis itu naik bis 45. Pokonya stasiun cawang cirinya ngelewatin terowongan deh. Ntar gelap bah” (yaaiyalah terowongan dimana-mana gelap pak !). oh my good, stasiun Cawang dimana tuh ? gue masih mikirin letaknya. Trus gue nanya ke bokap :
“ngelewatin berapa stasiun pak ?”
“oh gatau ya kalo itu. Yang pasti abis stasiun Duren kalibata ya Cawang. Ntar tanya aja sama orang”
So, malam harinya gue gabisa tidur. Mikirin gimana besok.
Gue dan teman-teman sudah memperhitungkan resikonya magang di Trans. Tentu saja hal pertama yang menjadi masalah adalah tempat yang jauh yaitu di daerah Mampang Jakarta Selatan. Seperti kita tahu bahwa daerah Jakarta identik dengan macet, maka kita harus pintar-pintar menggunakan waktu agar tidak terlambat sampai Trans (soalnya kalau telat kan gaenak atuh). Dan masalah kedua adalah transportasi yaitu Kereta Rel Listrik atau KRL. Naik kereta bagi kita yang belum biasa adalah hal yang menakutkan ! lebih seram daripada naik roller coaster (lebaayy!!!). walaupun gue emang kalo pulang sekolah suka naik kereta, tapi  gak pernah sampai stasiun Bojong kesononya !
Hari itupun tiba ! tanggal 20 September 2010 gue udah mulai magang sama mereka. Gue make kemeja biru garis-garis serta cardigan merah, dan celana bahan warna abu-abu bekas kakak gue. Itu semua berkat konsultasi sama kakak gue sebelum berangkat. Gue ngerasa agak aneh pakai kostum kerja kayak gitu, tapi gue pikir lagi toh nanti gue juga ngerasain kok. Hahaha. Ini baru permulaan aja, dan gue yakin kita bisa lebih modis daripada ini nanti ! YEAH N A N T I !!....
Yap akhirnya gue, novi, dan anis sampai di Gedung Trans Tv walaupun telat ! hahaha memang sangat aneh  ya ? masa hari pertama udah telat gini sih ? hmm kita jadi ngerasa bersalah, tapi ya mau gimana lagi namanya juga baru awal. Hahhaa. Teman kita Luffi udah nungguin di lobby. Dan tanpa ba-bi-bu lagi kita langsung ke lantai 6.
Sesampainya disana kita kenalan sama karyawan-karyawan FINANCE. Yeah kita memang magang di bagian finance karena kalo di bagian broadcast belum mencukupi dan minimal harus D3 dulu. Alhasil kita disini sebagai anak SMK jurusan Multimedia yang “nyasar” di FINANCE. Sangat tidak nyambung memang.
Gue, Novi, dan Anis salaman sambil perkenalan diri. Mereka terdiri dari Mbak Yani, Mbak Lenny, Mas Aziz, Mas Tegar, Mbak Furry, Mbak Lia, Mbak Eva, Mbak Grace, dan Mas Adie. Mereka semua sangat welcome dan selalu tersenyum.
Mulai saat itu dan seterusnya kita menjalankan rutinitas “sementara”. Yeah kenapa di sebut sementara karena kita magang cuman 3 bulan doang. Dan itu semua penuh dengan suka dan duka selama magang.